Okezone kampus: Berikut rincian pemeringkatan perguruan tinggi Indonesia di tingkat Asia hasil laporan pemeringkatan QS Asian University Rankings 2012:

1. UI, peringkat ke-59.

UI merupakan universitas tertua yang dikelola oleh Pemerintah Indonesia, dengan usia lebih dari 160 tahun. UI dinilai telah memberikan kontribusi prestasi yang sangat berpengaruh dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, melalui pendidikan dan penelitian.

Dalam beberapa tahun terakhir, UI mampu menampung lebih dari 30 ribu mahasiswa Indonesia dan internasional. UI menargetkan bisa menjadi universitas riset kelas dunia.

2. UGM, peringkat ke-118.

UGM resmi didirikan pada 19 Desember 1949. Pada saat didirikan, UGM hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu program Pascasarjana (S-2 dan S-3). UGM berlokasi di Bulaksumur, Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan UGM terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi.

3. ITB, peringkat ke-131.

ITB didirikan pada 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun tiap-tiap institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.

Sejarah ITB bermula sejak awal abad ke-20. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama.

4. Universitas Airlangga (Unair), peringkat ke-135.

Sejarah Unair berawal dari cikal-bakal lembaga pendidikan Nederlands Indische Artsen School (NIAS) dan School Tot Opleiding van Indische Tandartsen (STOVIT), masing-masing didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1913 dan 1928.

Saat ini Unair memiliki 13 fakultas dan satu program pascasarjana. Unair mengelola 127 program studi (prodi) dari berbagai jenjang, meliputi program akademik, vokasi, dan spesialis.

5. Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat ke-181.

Sejarah perkembangan IPB dimulai dari tahapan embrional (1941-1963), tahap pelahiran dan pertumbuhan (1963-1975), tahap pendewasaan (1975-2000), tahap implementasi otonomi IPB (2000-2005) dan menuju tahap IPB berbasis Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang dimulai pada 2006. Pada 2007, secara embrional IPB mencanangkan diri siap menjadi universitas riset.

6. Universitas Padjadjaran (Unpad), kisaran peringkat 181-190.



Unpad didirikan pada 11 September 1957. Pada awal berdirinya, Unpad memiliki empatĀ  fakultas, saat ini telah berkembang menjadi 16 fakultas dan program pascasarjana.

Program yang ditawarkan Unpad meliputi program doktor (S-3) terdiri dari sembilan program studi, program magister (S-2) terdiri dari 19 program studi, dua program spesialis, lima program profesi, dan program sarjana (S-1) terdiri dari 44 program studi, program diploma III (D-3) terdiri atas 32 program studi dan program diploma IV (D-4) terdiri atas satu program studi. Unpad juga memiliki Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) sebagai wadah untuk mengelola kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

7. Universitas Brawijaya (UB), peringkat 201-250.



Nama UB diresmikan sebagai universitas negeri pada 1963. Saat ini UB merupakan salah satu universitas negeri terkemuka di Indonesia yang mempunyai jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu orang dari berbagai strata. Jumlah tersebut meliputi program Diploma, Sarjana, Magister, Doktor dan Spesialis yang tersebar dalam 12 fakultas dan dua program pendidikan. Kampus UB berada di kota Malang, Jawa Timur

8. Universitas Diponegoro, peringkat 251-300.



Universitas Diponegoro yang lebih dikenal dengan nama Undip, adalah sebuah perguruan tinggi di Semarang, Jawa Tengah, yang didirikan pada 1956 sebagai perguruan tinggi swasta, dan baru mendapat status sebagai perguruan tinggi negeri pada 1961. Kata Diponegoro diambil dari nama pahlawan nasional yang merupakan seorang pangeran pengobar semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat ini turut menginspirasi pendirian Undip.