" /> " /> " /> " />

Tag Archive: Kuliah

Artikel sebelumnya…

 http://adesuherman09.student.ipb.ac.id/2013/02/01/menjadi-mahasiswa-siapa-takut-1/

 

Hal yang membuat lucu adalah beberapa orang sering memanggil saya dengan nama berbeda. Ya ada temen saya yang sedikit miriplah,  makanya nama kami sering tertukar. Terutama buat orang-orang yang berbeda jurusan. Selain itu banyak banget hal lucu yang tiba-tiba muncul meskipun lagi kegiatan perkuliahan. Jangan heran juga loh, dosen pun pinter banget bikin kelucuan dan hal gokil lainnya.

Gak kerasa udah hampir jadi mahasiswa tingkat akhir lagi, padahal rasanya baru kemarin  kuliah dan ngerasain tinggal di asrama. Semester demi semester kerasa cepet banget. Pokoknya waktu yang dihabiskan setiap harinya jauh begitu banyak buat kegiatan perkuliahan dan aktifitas lainnya. Ya,  meskipun jadwal kuliahnya cuma bentar dan banyak waktu luangnya, tapi bagi mahasiswa kimia khusunya kegiatan perkuliahanpun gak cuma di kelas doang. Praktikum yang dalam seminggu bisa 3-4 kali, laporan yang silih berganti, tugas pribadi ataupun kelompok. Banyak banget pokoknya, sampe-sampe sering bergadang buat nyelesainnya. Intinya pinter-pinter ngatur waktu dan jaga kesehatan aja.  Eitts, jangan cuma kuliah aja, bosen. Cari kegiatan lain kayak ikut organisasi intrakampus deh, atau minimal sesekali aktif di kepanitian-kepanitiaan kegiatan kampus. Yang lebih super lagi ya bisa sambil kerja sambilan, usaha atau ngajar gitu,. Hal yang bisa saya dapat selama ikut kepanitian adalah bisa ngelatih bekerja sama dalam tim dan bisa dijadikan bekal saat terjun di masyarakat nantinya. Selain itu, kita bisa lebih banyak mengenal banyak orang gak cuma ke sesama mahasiswa, tapi bisa dekat sama pihak kampus dan masyarakat dari kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan. Hal terpenting adalah belajar menjalankan amanah dan bertanggung jawab dengan apa yang menjadi tugas dalam kepanitiaan tersebut. Mentalitas juga salah satu hal yang bisa kita latih seiring dengan banyaknya tantangan di setiap kegiatan yang dilakukan dan belajar menyampaikan pendapat pribadi. Kan kalo mentalnya kurang oke, bisa gak survive tuh jadi mahasiswa. Bukannya begitu?

Biaya kuliah di IPB secara umum bisa dibilang murah dan terjangkau dibandingkan perguruan tinggi negeri lainnya. Hal ini disebabkan sistemnya subsidi silang, biaya pendidikan disesuaikan dengan penghasilan orang tua. Hal ini didukung pula dengan aset IPB yang tersebar di mana-mana, salah satunya mall Botani Square yang ada di Baranang Siang, Bogor. Akan tetapi patut kita pahami bahwa tetap saja kucuran dana untuk biaya kuliah setiap orang ditanggung pemerintah (subsidi) yang tentunya dana tersebut bersumber dari masyarakat. Makanya parah banget tuh kalo malah males-malesan selama kuliah. Nah gak usah takut bagi yang masih kesulitan dalam biaya perkuliahan, banyak banget beasiswa yang disediakan dari berbagai instansi atau pun perhimpunan alumni di kampus tersebut. Alhamdulillah sampe saat ini dimulai dari semester 1 bisa dapet beasiswa bantuan belajar (BBM) yang biasanya turun tiap 2, 4, atau 6 bulan sekali. Maklumlah ya penurunan beasiswa kurang teratur saking banyaknya beasiswa yang mesti diatur. Dana dari beasiswa tersebut banyak ngebantu biaya penunjang perkuliahan terutama buat fasilitas penunjang kuliah dan biaya tempat kost.

Intinya jangan terlena dengan biaya yang serba kecukupan kalau kita udah niat di awal pengen menggali ilmu dan pengen kehidupan yang lebih baik dengan ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Rata-rata mahasiswa juga pada ngekost terutama yang berasal dari luar daerah bogor. Saya meskipun asli bogor mendingan milih ngekost daripada bolak balik tiap harinya. Cape dan butuh waktu kurang lebih 2 jam sekali jalan. Biaya kehidupan sehari-hari juga terbilang murah dan terjangkau, tinggal kita yang milih. Di sisi lain, potensi buat menghasilkan uang secara mandiripun besar, seperti ngajar, menjadi asisten praktikum atau asisten dosen, jualan, atau ikut kegiatan kewirausahaan dari IPB. Apalagi peluang buat berprestasi, banyak banget, bisa lewat program, kreativitas mahasiswa, lomba karya ilmiah, paper, olahraga, bidang seni, olimpiade MIPA, dan lain-lain.

Supaya kamu bisa tetap survive menjalani kehidupan kampus, ya pertama catat atau inget setiap kegiatanmu baik-baik. Jangan lupa taati peraturan kampus dan jangan coba bikin masalah, terutama sama dosen. Ketiga, pintar-pintarlah mengelola keuangan, meskipun kebanyakan dari kita masih mengandalkan penghasilan orang tua. Gak salah kan ya mencoba perlahan menjadi mahasiswa mandiri dengan melakukan hal-hal buat menghasilkan uang sendiri. Kesalahan yang sering kali dilakukan oleh mahasiswa adalah sering kali mengulur-ulur pekerjaan, banyak yang beralasan karena saking padetnya kegiatan. Sebenarnya kalo tugasnya perlahan-lahan dicicil jadi lebih baik dan gak nyiksa diri sendiri. Cara belajar orang-orang juga macem-macem, tapi terkadang beberapa masih belum ninggalin cara belajar saat SMA sehingga hanya berkutat pada materi yang diberikan oleh dosen dan cenderung tidak mencari tambahan materi lain. Gaya belajarnya pun tidak sedikit yang mengandalkan hafalan. Oke sih ada beberapa yang mesti di hafal seperti istilah-istilah asing, tapi yang lebih baik lagi dipahami kan ya. Hal lainnya adalah mahasiswa cenderung seneng yang serba instan, ,meskipun banyak hal yang baik. Namun tentunya harus ditempatkan pada kondisi tertentu.

Cara berikir mahasiswa pun hendaknya diperhatikan. Orientasinya juga udah beda. Di kuliah pikirannya bukan cuma buat ngejar nilai. Ya meskipun bisa dibilang gerbang buat masuk lapangan kerja nanti, tapi nilai gak menjamin kinerja seseorang atau survive seseorang saat terjun di masyarakat nanti. Ya memang betul nilai penting untuk pertama kali melamar kerja. Hal terpenting disini adalah inovasi atau usaha apa yang bisa dilakukan oleh mahasiwa untuk masyarakat serta kemampuan softskill apa yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut. Mahasiswa dituntut kristis, update sama permasalahan yag menimpa bangsa ini, dan minimal bisa memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan yang dijalankan. Jelas bahwa mahasiswa merupakan penghubung pemerintah dengan masyarakat, mahasiswa juga harus bisa menjaga sikap, tidak anarkis, dan menyampaikan setiap aspirasi dengan sebaik mungkin. Bukan malah merusak fasilitas atau membuat keresahan warga.

Hal yang mungkin sering dikeluhkan oleh mahasiswa adalah pelayanan akademik. Tidak sedikit mahasiswa yang mengatakan persyaratan yang ribet dan terlalu banyak, pengurusan administrasi yang lama atau keluhan lainnya. Ya,  ini mungkin karena kita selalu terbiasa dengan hal yang instan. Namun inget setiap hal butuh proses. Bisa jadi saking banyaknya administrasi mahasiswa yang harus diurus sehingga sering mengalami keterlambatan dalam memperosesnya. Sabar aja kali ya.

Dosen pun dalam mengajarkan tidak sedetail guru SMA saat menjelaskan. Dosen hanya membuka jalan untuk membuka alur berpikir kita . Mahasiswa yang harus aktif bertanya atau rajin mencari informasi lain yang bisa ditemukan di perpustakaan atau web. Dari sanalah mahasiswa diajarkan untuk tidak selalu diberi informasi, tetapi aktif dalam mencari informasi dan belajar mengolah dan menyampaikannnya dalam sebuah presentasi di kegiatan perkuliahan. Intinya supaya gak tercipta mahasiswa yang manja dan ketergantungan sama orang lain, akan tetapi tercipta mahasiswa yang mandiri, kontributif, dan bisa dijadikan harapan bangsa.

 

Rencanakan setiap mimpi indahmu, targetkan, dan laksanakan.

Menjadi mahasiswa? Siapa takut!

Hidup Mahasiswa!

Hal yang kadang-kadang sering dibanga-banggain oleh seseorang adalah saat dirinya bisa ngelanjutin kuliah. Banyak orang beranggapan bahwa bisa ngelanjutin ke studi di jenjang perguruan tinggi kayaknya keren dan langka karena masih banyak anak SMA yang belum bisa ngelanjutin kuliah. Di sisi lain, enggak sedikit orang yang asalkan bisa makan buat kehidupan sehari-hari dan berkumpul dengan semua keluarga aja udah cukup. Apakah itu esensi dengan melanjutkan kuliah? Cuma karena gengsi? Yuk kita bahas!

Menjadi mahasiswa? Ya, tahap yang jelas banget berbeda dibandingin saat masih menjadi pelajar SMA. Tentunya ada banyak kebiasaan saat SMA yang harus diubah dan disesuaikan dengan kehidupan kampus. Seenggaknya kita dilatih buat mandiri dan akan banyak dibekali pelajaran yang orientasinya buat diaplikasikan di masyarakat nantinya. Ya, mahasiswa yang biasa dikenal sama sebutan agent of change seharusnya bisa dilatih buat bisa ningkatin taraf kesejahteraan masyarakat lebih baik lagi dengan ide-idenya yang cemerlang. Betul enggak?

Semua orang pasti terkejutlah ya pertama kali ngerasain jadi seorang mahasiswa. Waktu dan cara belajar yang berbeda. Suasananya pun jelas berbeda dan jelas baru beberapa orang aja yang dikenal. Apalagi yang dari daerah jauh mesti ngerasain tinggal jauh dari orang tua dan mesti nyesuaian sama lingkungan. Makanya biasanya mahasiswa tingkat atas ngadain acara perkenalan kampus, biasa dikenal ospek. Institut Pertanian Bogor (IPB), sebuah kampus berbasis pertanian dengan visi Searching and Serving the Best  menamai ospek dengan nama MPKMB (masa perkenalan kampus mahasiswa baru). Jujur aja kesan menarik dan inspiratif pertama kali saya rasakan saat ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa yang bener-bener heterogen karena berasal dari berbagai pelosok nusantara, setidaknya saya ngerasa berbaur di acara tersebut, ditambah lagi tingkat 1 di IPB wajib tinggal di asrama. Wah jadi lebih cepet sosialisasinya kan serta lebih mudah mengenal kepribadian dan budaya masing-masing.  Inspiratifnya ya, banyak orang hebat yang jadi pembicara pada acara itu. Kayak sosok mahasiswa yang sukses di bidang kewirausahaan yang memang saat masih menyandang status mahasiswa udah terbiasa jualan ini itu untuk membiayai kuliahnya sendiri. Keren banget kan ya, tipe-tipe orang tangguh. Ada juga yang jago di perlombaan karya ilmiah sampai-sampai sering banget bolak balik ke luar negeri karena udah jadi kebiasaan menulis di sela-sela kesibukan kuliahnya. Ada juga yang jago di organisasi,  bisa belajar gimana bisa memimpin dan ngegerakin orang-orang yang tergabung dalam organisasinya dan tentunya belajar mengkonsep suatu acara, mengaspirasikan suara mahasiswa, dan belajar memanajemen waktu. Serta masih banyak lagi orang-orang hebat yang bisa dicontoh dan dijadikan inspirasi.

IPB sebagai salah satu PTN yang mengamalkan tridharma perguruan tinggi dalam menjalankan tugasnya yaitu, pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada benak saya tertanam kata “pertanian”. Lalu muncul pertanyaan saya, apa yang mesti saya lakukan selama kuliah? Pertanian sendiri di sini punya arti luas, jadi pertanian yang mencakup peternakan, kehutanan, kelautan, pangan, dan lainnya. Saya pun mendalami ilmu kimia yang notabene nya masuk bidang eksakta. Lantas hubungannya sama pertanian? Ilmu Eksak merupakan dasar dari semua disiplin ilmu. Bisa kita ibaratkan akar, semakin kuat akarnya berarti semakin kokoh pohonnya. Nah pohon di sini bisa kita ibaratkan Pertanian. Secara langsung atau tidak, bidang kimia juga berpengaruh banyak untuk kemajuan pertanian. Hal menarik lain yang sering bikin saya tersenyum dan terkesan adalah kampus yang berbasis pertanian ini katanya lulusannya fleksibel banget. Bisa kerja di bidang apapun. Ya, wajar sih pola pikir yang menyeluruh diajarkan semenjak tingkat satu. Jadi lulusan IPB berarti siap kerja di mana aja, APALAGI Pertanian.

Kesempatan Emas Itu

Di sela-sela aktivitas di masa liburan semester ganjil, aku melihat kartu rencana studiku (sebut saja KRS online). Memang tidak kaget dengan informasi yang didapat dari data tersebut, tetapi aku merasa masa-masa di kampus terasa begitu cepat. Sudah masuk semester 6 di Departemen Kimia, IPB.

Sejenak terdengar hembusan angin pertanyaan  ke telingaku.

“Apa yang telah aku pelajari selama di kampus dalam kurun waktu 2,5 tahun??? target apa yang telah kucapai??? Mau jadi apa nanti aku setelah lulus???”

Mungkin pertanyaan tadi banyak muncul dari benak para mahasiswa lainnya.

Menjadi mahasiswa, ya sebuah konsekuensi. Artinya menjadi manusia yang seharusnya ingat dengan 3 tujuan sesuai tridarma perguruan tinggi: Penelitian, Pendidikan dan pengajaran, dan Pengabdian kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini tidak dibahas tugas-tugas tersebut, akan tetapi lebih kepada proses pencapaian untuk menjadi seorang yang ingin mendapatkan panggilan “Kaum Intelektual” (Red Mahasiswa).

Aku hanya bagian dari masyarakat indonesia yang terlahir dengan kondisi ekonomi berkecukupan. Dalam keluarga besarku, ya aku orang pertama yang berhasil tembus ke jenjang ini. Semua anggota keluargaku mendukungku untuk kuliah, meskipun awalnya banyak yang ragu terkait biaya kuliah terutama Ibuku.

Alhasil, aku masih bisa survive di kampus hijau ini, berangkat dari sebuah motivasi untuk belajar lebih dalam, dukungan orang tua dan keluarga, dan menginginkan perubahan. So, untuk yang baru lulus SMA matangkan niat. Sesungguhnya menuntut ilmu tidak cukup sampai SMA. Jika ada kesempatan, kenapa tidak untuk melanjutkan kuliah. Jagan takut dengan biaya kuliah, karena akan ada banyak jalan untuk memperolehnya (beasiswa, privat, kerja sampingan,lomba, dll) dan banyak kesempatan buat anda untuk bisa mengembangkan potensi anda di jenjang perguruan tinggi.

Bagi Mahasiswa IPB yang bingung dengan dana penelitian???
Dibuka beasiswa penelitian Bogor International Club (BIC) dengan syarat, sebagai berikut:

Foto copy transkrip nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK Minimum) 2,75;
Foto copy kartu mahasiswa
Pasfoto ukuran 6 x 4 cm hitam putih sebanyak 2 lembar;
Foto Copy Kartu Keluarga (KK);
Mahasiswa tersebut secara ekonomi tidak mampu, dibuktikan dengan Surat
Keterangan dari dari Kelurahan/Kepala Desa yang sah di tempat orang tua mahasiswa tinggal;
Telah memasuki menempuh Satuan Kredit Semester (SKS) sebanyak 90 (sembilan puluh);
Tidak sedang menerima beasiswa atau ikatan dinas dari pihak manapun
Besarnya bantuan Biaya Penelitian bervariasi antara Rp. 1.500.00 s/d Rp. 2.500.000
Proposal yang sudah ditanda tangani pihak Fakultas atau Departemen
Pengumpulan paling lambat 31 Januari 2012
Daftar online di bit.ly/daftarbeasiswa

spreadsheets.google.com

 

sumber: Direktorat Kemahasiswaan IPB