" /> " /> " /> " />

Archive for June, 2012

Plagiarism, budaya kita kah?

Plagiarism atau bisa dibilang tindakan menjiplak karya orang lain dengan mengakuinya sebagai buatan sendiri. Saat ini kita sering dengar kasus ini, terutama di dunia pendidikan. Misalnya saja kasus plagiarism pada skripsi. Sayang banget ya ilmunya gak dipake buat nyelesain laporan akhir, malah ngaku-ngaku buatan orang lain. cari sensasi aja tuh orang ya. Padahal sayang banget kuliah 3 atau 4 tahun idealnya, karya tulis sebagai syarat kelulusannya harus ditempuh sama jalan pintas. Atau tidakan plagiarism yang sering dianggap remeh adalah menjiplak setiap kali mengerjakan laporan praktikum dari laporan kakak kelasnya. Bahaya banget tuh kalo terus menerus.

 

Plagiarism sama aja kayak orang yang gak punya ide kreatif, malas, dan gak ada keberanian buat ngungkapin pendapat sendiri yang jelas diacu dengan fakta yang ada (literatur). Bukankah plagiarism bukan budaya kita? kita bangsa yang berbudaya, aneka ragam kesenian, adat istiadat, dan sebagainya ada di negeri kita. Haruskah kita kotori budaya ini dengan plagiarism?

TENTU tidak kawan. Mari kita berlaku jujur, percaya dengan kemampuan diri sendiri, dan ciptakan inovasi untuk memajukan bangsa ini!!!.

Antara Sendiri dan Tim

“Salah satu ciri dari orang bijak adalah orang yang bisa mengatur dan menempatkan dirinya saat mengurusi urusan sendiri atau urusan dalam tim” (Suherman 2012)

Salah satu hal yang mesti dilakukan seseorang adalah interaksi sosial, ya interaksi dengan sesama. Bohong, kalau ada orang yang bilang dia bisa hidup sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, jadi sangat bergantung dengan orang lain baik langsung maupun tidak langsung. Namun, terkadang seseorang menyia-nyiakan hal tersebut. Tugas kelompok, misalnya. Terkadang anggota dalam tim saling mengandalkan satu sama lain atau mungkin hanya beberapa orang yang bekerja untuk menyelesaikan tugas tersebut. Hal ini berakibat terhambatnya kinerja atau progress dari tim tersebut. Apakah ini layak disebut makhluk sosial?

Terdapat banyak celah yang bisa muncul dari ketidakkompakan dalam tim. Kepercayaan kemampuan sesama anggota atau bisa juga kesibukan masing-masing yang biasa dijadikan alasan.
Wah gawat nih kalau udah gak percaya sama kemampuan temennya. Bisa ancur itu tim!, gumamku.
Hal yang seringkali terjadi adalah mencampuradukan urusan pribadi dengan urusan tim. Ini yang membuat seseorang menjadi egois.

Intinya, di awal dalam pembentukan tim harus menjalin kepercayaan sesama dan berjanji untuk saling berdedikasi. Jangan sampai team work yang buruk dijadikan kebiasaan atau malah diajdikan budaya kita.

Sekian lama tinggal di kota ini, gak di kota ataupun  desa gak pernah luput sampah dari pandangan mata *ce ileh..

Padahal banyak banget ajakan2 yang mengatakan, “Buanglah sampah pada tempatnya!”

Apa ini udah menjadi kebudayaan kita? tentu enggak mau lah ya, masa ngotorin lingkungan dijadikan budaya. Malu dong sama tetangga sebelah.

Permasalahan ini mungkin lebih kedisiplinan dan kepekaan terhadap lingkungan. Gak mau kan ya negeri ini dikenal menjadi “negeri tumpukan sampah”? langkanya tempat sampah di jalanan bukan dijadikan alasan. ya, kan bisa kita jaga atau pegang dulu sampah bekas makanan yg kita makan atau sampah dari sumber lainnya. Hari gini masih malu mungutin sampah. Kalo sampah organik, oke sih gak terlalu masalah karena bisa cepet terurai. Nah kalo plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai? gimana coba?

Makanya yuk bareng2 kita jaga lingkungan kita dengan menerapkan kedisiplinan untuk membuang sampah pada tempatnya biar gak tercecer. Syukur2 ke depan akan tercipta peralatan yang lebih baik lagi untuk mengolahnya. Alternatif lain sebenarnya dengan mengganti penggunaan bahan yang sulit terurai dengan bahan yang ramah lingkungan=mudah terurai. Udah banyak kok yang buat, meskipun harganya masih terbilang mahal.

Ya, kita doain aja semoga produktivitas kemasan/plastik yang ramah terurai bakal mudah ditemuin dan harganya murah. Kita siasati penantian tersebut dengan memnfaatkan sampah sulit terurai tersebut menjadi kerajinan tangan yang kreatif dan unik. Satu lagi, Hati-hati! jangan membakar sampah sembarangan. Bisa menghasilkan asap toksik yang memperngaruhi pernapasan tuh.

Hidup go green! Hatur Nuhun!

 

Wah, saat ini masih dalam zona ujian akhir semester… Gimana lancar kan ujiannya?
Mungkin beberapa ada yang ceria dalam mengerjakan setiap soal, di sisi lain banyak yang kurang berhasil. Bisa juga karena kurang belajarnya kali ya.
Namun, jangan patah semangat sobat! ujian ini harus dijalani dengan keikhlasan. Alangkah lebih baiknya dipersiapkan jauh-jauh hari. Senyum pun jangan sampai ternodai dengan raut wajah kekecewaan. kalu mahasiswanya udah gak bersemangat, mau dibawa ke mana negeri ini???
Good Luck!!!

Negeri kecil ini sudah terbiasa dengan suara-suara itu,

Suara dari jeritan korban penindasan dan pelanggaran hak asasi manusia

Gencatan senjata terus terdengar setiap hari,

Ketenangan seakan hanya sebatas di alam mimpi

Pertumpahan darah pun sudah tak asing lagi.

 

Catatan itu terus ternodai tinta merah,

Terus dan terus hingga ketebalannya tak terkendali

Catatan yang masih membuat tangisan terus membanjiri daratan itu

Daratan yang terus saja memanas dan dijadikan sumber konflik

 

Palestinaku…

Kapankah namamu akan diakui dunia,

Negerimu tergurat dalam peta dengan kokohnya.

Napasmu terhembuskan dengan leganya

Payung kehidupanmu terbentang luas,

Terlindungi terik ketidakadilan  dan badai kesedihan,

Sehingga catatan merah itu bisa memudar